https://rahmayaang.blogspot.com/2020/05/asi-booster-terbaik-wake-wake.html
PENGALAMAN MENJADI IBU MENYUSUI
Empat tahun lalu, 16 November 2015 pukul 06.47 pagi, saya melahirkan seorang
bayi laki-laki dengan berat 3.3 kg dan panjang 52 cm. Alhamdulillah,
seorang bayi sehat yang cukup besar dan panjang diantara rata-rata ukuran bayi
lain yang selama ini
menggeliat di perutku. Saat itu perasaanku campur aduk. Senang, sedih,
terharu, dan masih nggak nyangka bisa mengeluarkan seorang bayi dari badanku. Perasaan lelah selama 9 bulan
mengandung, ketegangan saat kontraksi selama 12 jam, serta rasa sakit pada tahapan
pembukaan demi pembukaan, seketika hilang saat melihat tubuh kecil itu
menangis-nangis kencang. Mungkin dia kaget dengan dunia barunya. Namun aku yakin, satu hal yang tidak baru baginya
adalah saya, ibu yang
selama 9 bulan bersamanya kemana-mana. Rasanya mulai saat itu, aku benar-benar
ingin selalu memberikan apapun yang terbaik untuk anakku.
Hari pertama jadi seorang ibu, ASI ku memang belum keluar, kata orang itu wajar.
Suster juga bilang selama tiga
hari bayi masih memiliki cadangan makanan di perutnya sisa dari makanannya pada saat di dalam
perut ibu. Aku lega
mendengarnya. Saat itu dokter dan
suster di rumah sakit dan semua keluargaku mendukungku untuk memberikan ASI ekslusif. Jadi aku tidak
perlu panik. Yang penting,
jadwal rutin memberikan ASI 2 jam sekali tidak boleh lewat. Walaupun belum
keluar, tetap harus dipancing terus selayaknya pompa air.
Hari kedua, aku ikut kelas laktasi. Pelajaran yang kudapat adalah selama kita hamil sebenarnya
secara alamiah ada dua hormon yang memproduksi ASI yaitu progesteron dan estrogen.
Setelah bayi lahir, maka ASI yang sudah diproduksi tersebut akan dilepaskan
oleh hormon prolaktin. Terkadang kita merasa ASI kok gak keluar ya, padahal
secara alamiah sudah diproduksi
dalam tubuh sedari kita hamil.
Hal ini bisa jadi karena
hormon prolaktin tersebut kurang bekerja dengan optimal. Hormon prolaktin
dikendalikan oleh hormon estrogen tadi dan hormon dophamin. Hormon dophamin
adalah senyawa yang mengantarkan rasa kebahagiaan ke otak. Makanya ibu menyusui
itu memang harus dibuat senang dan tidak boleh stress.
ASI BOOSTER
Walaupun secara alamiah tubuh ibu hamil dikendalikan oleh hormon-hormon yang memproduksi ASI,
tapi kerjanya bisa menurun apabila
tidak ada bantuan asupan makanan bergizi. Protein, sayur, dan buah
menjadi target utama di setiap
menu makanku saat menyusui. Akan tetapi terkadang makanku tidak teratur. Fokusku untuk
menyusui setiap 2 jam sekali dan rasa mengantukku mengalihkan rasa laparku.
Terkadang, saat aku mau menyuap makananku sehabis menyusui dan menidurkan anakku, tiba-tiba dia terbangun. Seakan-akan tidak
boleh ada waktuku
sendiri sekedar untuk makan. Setelah selesai 3 bulan cuti melahirkan selesai, aku harus masuk kerja lagi dan
potensi mengalami stress tak dapat terhindarkan. Aku berusaha untuk pompa
terus sehari 2x di kantor. Tapi kesibukan pekerjaan terkadang juga membuat jadwal pompaku
tidak teratur.
Jadi ibu menyusui memang harus strong ya. Kalau bisa kita tidak boleh sakit apalagi sampai harus
minum obat-obatan kimia. Dengan kondisi menurunnya kualitas tidur, makan tidak
teratur, dan kesibukan di kantor yang luar biasa membuat tubuh sulit untuk terhindar
dari sakit. Sakit kepala, pegal-pegal, sariawan bahkan sampai demam
seringkali datang mengunjungi. Namun
keinginan untuk memberikan anakku yang terbaik tetap harus tercapai. Aku ingin
sekali tetap bisa memberi ASI ekslusif sampai 6 bulan bahkan paling tidak
sampai setahun. Aku berpikir dengan keadaan fisikku yang rentan saat itù,
sepertinya aku perlu tambahan ASI
Booster sebagai pendukung
makanan agar target
ASI-ku bisa tercapai. Aku mulai mencari informasi tentang
ASI booster yang ternyata sudah banyak sekali yang menjualnya. Tentu aku harus mencari yang terpercaya
karena memakai bahan alami dan sehat. Tapi itu saja tidak cukup, aku juga ingin
yang rasanya enak sehingga tidak terpaksa meminumnya. Bukankah ibu menyusui itu
harus senang dan nyaman? Hehe..
Aku mencoba berbagai macam ASI booster dari yang murah sampai mahal. Dari
yang buatan lokal jual di Instagram sampai nitip teman yang dari luar negri. Pada
saat itu yang aku temukan rata-rata minuman-minuman yang mengandung susu almond dan
dimodifikasi dengan rasa-rasa seperti nutella, coklat, strawberry. Awalnya enak,
tapi lama-lama eneg juga ya. Jujur saja saat itu aku lebih memilih kapsul yang
mengandung daun katuk biar cepet ditelan. Ya, saat itu yang aku tahu senjata
pamungkas untuk memperlancar ASI adalah daun katuk, meski aku tidak begitu yakin
apakah kapsul itu alami atau sudah ada bahan pengawetnya.
WAKE-WAKE
Saat ini aku baru tahu kalau ada ASI booster yang berbahan dasar daun bangun-bangun atau lebih
dikenal dengan daun jinten, yaitu Wake-Wake. Kandungan nutrisi di
dalamnya ternyata banyak
sekali, diantaranya mengandung
serat, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan juga Kalsium. Selain itu di dalamnya terdapat juga minyak atsiri yang memgandung karvakrol, idoprofil-o-kresol dan fenol. Daun
bangun-bangun juga mengandung flavonoid yaitu senyawa yang serupa antioksidan seperti quercentin,
apigenin, luteolin serta salvigenin. Kandungan-kandungan tersebut membuat Wake-Wake
selain sebagai penambah produksi ASI juga bisa membantu menyembuhkan sariawan,
sakit kepala, demam, batuk, dan rematik. Wah penyakit-penyakit yang suka muncul
di tengah-tengah ibu menyusui, ya! Rasanya ini seperti paket lengkap yang tidak cuma membantu
memperlancar ASI tapi juga untuk menunjang kesehatan ibu.
![]() |
| Daun Bangun-Bangun |
Daun
bangun-bangun ini memiliki 10 komponen aktif yang saling mengikat, antara lain
asam lemak rantai ganda, kelompok sterol dan aldehid. Dari komponen tersebut
memicu meningkatnya kualitas dan kuantitas ASI. Jadi, nantinya ASI yang akan
diminum anak kita adalah ASI yang berkualitas. Produk ASI booster Wake-Wake ini
juga divariasikan dalam berbagai jenis makanan, seperti cookies, kue soes,
sprinkle. Ada pula dalam bentuk jus, teh dan milkshake. Jadi kita sebagai ibu
menyusui juga nggak bosen dan nggak terpaksa minumnya. Wah, sayangnya produk
Wake-wake ini baru didirikan sejak tahun 2016 oleh Ibu Linawati. Pada saat itu anakku sudah satu
tahun. Dan tepat satu tahun juga anakku berhenti minum ASI. Andai saja aku sudah tau dari dulu.
Pasti aku akan lebih semangat sebagai pejuang ASI. Semoga ke depannya Wake-Wake
ini pemasarannya terus berkembang sehingga produksinya bisa berjalan terus.
Siapa tau nanti aku hamil lagi, jadi aku bisa mencoba produk Wake-Wake ini.
Yuk, mari kita Amin-kan. Aamiin..
Untuk detil tentang Wake-Wake, silahkan cek link di bawah ini ya
https://www.wakewakeofficial.com/
https://rahmayaang.blogspot.com/2020/05/asi-booster-terbaik-wake-wake.html
https://rahmayaang.blogspot.com/2020/05/asi-booster-terbaik-wake-wake.html


5 Komentar
Ini mengingatkan saya saat melahirkan anak pertama laki laki saya, karena belum punya pengalaman tentang memberikan ASI,pernah panas dingin karena telat memberikan ASI dan lupa pumping, waktu itu jarang pumping karena kerja, akhirnya cuma sampai 1 tahun mengASIhi, sedih banget waktu itu. Coba tau wake wake ya, mungkin bisa full, terima kasih mba info nya
BalasHapusbener banget sih kalo ASI tergantung mood ibunda, apalagi kalau stress yang ada malah surut sampao gak ada. aku pernah ngalamin tuh kaya gitu, sampai pakai ASI Booster juga gak ngaruh. alhamdulillahnya anak kedua mah lancar ASI
BalasHapusHmm.. saya belom nikah.. cuma banyak kasus asi yang ga mau keluar dan ya itu cukup membuat orang tua bayi bingung. Mungkin dari sini nantinya aku bisa rekomendasikan produk wake wake ibu ibu tadi.. anyway, produknya udah bpom bpom belum?
BalasHapusAku baru tahu nih ada daun namanya wake-wake.. Daunnya mirip daun mint ya mom.. hehee.. Produknya ini berupa bubuk ya, dibuat minuman maupun makanan juga bisa kah?
BalasHapusaku juga minum nih wake wake. dulu tau wake wake dari ibu ibu diruang pumping. sampe pada barengan beli . Jadi ngerasa berjuang bersama sama dalam mendukung asi ekslusif karena banyak temanya ðŸ¤.
BalasHapus